Arsip

Archive for the ‘Aktivis Dakwah’ Category

Syuro ( rapat ) Efektif

Mei 12, 2009 1 komentar

Saya jenuh dengan kondisi rapat di kampus saya, tidak tepat waktu, bertele-tele, dan tidak jelas. Bagaimana caranya agar rapat yang dilakukan dapat efektif ?

Rapat merupakan sebuah bentuk focus groups discussion yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam sebuah komunitas untuk membahas suatu kondisi atau masalah. Pada konteks lembaga dakwah mahasiswa, rapat seringkali menjadi momok yang melekat pada diri seorang kader. Istilah ahli syuro atau manusia syuro melekat pada beberapa orang yang gemar melakukan rapat. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah rapat yang kita lakukan sudah efektif untuk menghasilkan sebuah keputusan.

Pada kenyataannya saya sering melihat bahwa rapat yang dilakukan sangat jauh di nilai efektifitas yang disampaikan Allah pada surat Al Ashr. Problematika kecil seperti rapat tidak dimulai dan diakhiri tepat waktu, agenda yang tidak jelas, pembahasan berkepanjangan, ketidaktercapaian tujuan rapat, atau bahkan alokasi waktu rapat yang kurang tepat. Sebagai seorang kader dakwah seharusnya kita bisa mencontohkan bagaimana rapat yang efesien dan efektif. Read more…

Categories: Aktivis Dakwah Tag:

Panduan Hidup Sehat Bagi Aktifis

Menjadi muslim yang kuat, tidak hanya identik dengan badan berotot layaknya Ade Rai. Sebagaimana kita semua ketahui, Rasulullah SAW mengemukakan agar umat muslim menguasai ilmu berkuda, berenang, dan memanah. Hemat kata, ketiga hal tersebut mengacu pada aktifitas jasmani atau jasadiyah.

Menjadi seorang aktifis, menuntut tidak hanya beban dan tanggungjawab dakwah dan sosial yang besar. Satu tanggungjawab yang kerap terlupakan adalah hak tubuh kita sendiri untuk menjadi sehat dan kuat. Sehat dan kuat dalam artian sanggup untuk menunjang aktifitas dakwah, sosial, kerja, dan sebagainya. Tubuh kita pun memiliki hak untuk mendapat perhatian kita.

Stamina dan berat badan cenderung menjadi satu beban tersendiri bagi para aktifis pada umumnya. Stamina yang loyo dan hanya mampu bertahan dalam waktu singkat, kerap menjadi kendala dalam keseharian aktifis. Segudang aktifitas, mulai dari bangun malam untuk qiyamulail, sholat subuh, berangkat sekolah/kuliah/kerja/usaha, menghadiri syuro, rapat kepanitiaan, liqo, ke sana dan ke sini, tentu membutuhkan stamina yang mendukung. Berat badan yang kurang atau berlebihan, sangat berpengaruh kepada kesehatan dan stamina itu sendiri.

Dalam artikel pertama ini, Insya Allah akan Penulis sampaikan beberapa panduan dasar untuk mencapai kesehatan, stamina, dan berat badan yang mampu menyokong aktifitas dakwah, serta aktifitas lain dalam keseharian kita.

Hal pertama yang harus ada dalam diri kita adalah niat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi diri kita. Kesehatan fikriyah mungkin telah kita raih, dengan hidayah yang mungkin tidak kita sangka. Demikian halnya dengan kesehatan jasadiyah, yang tidak mustahil kita raih, dengan ikhtiar, dan nikmat dari Allah SWT.

Pola hidup sehat! Satu hal yang kedengarannya mudah dan dianggap telah dilakukan oleh para aktifis pada umumnya. Kenyataan yang ada, tidaklah demikian. Betapa banyak mereka yang mengaku aktifis, namun sulit untuk berjamaah subuh di Masjid, bahkan bangun kesiangan, dengan alasan lelah dan mengantuk. Lelah dan mengantuk adalah sifat bagi jasadiyah kita. Fikriyah kita memang mampu untuk melawan itu semua, namun akan menjadi sangat sulit apabila jasad ini menolak untuk melakukannya. Read more…

Categories: Aktivis Dakwah Tag:

Jangan Mengaku Ikhwah Jika Tilawahnya belum 1 juz per hari

April 29, 2009 Tinggalkan Komentar

Artikel lama banget…tahun 2004 kalau ngga salah.

Lucu, bagus, simple dan dalem…untuk kita yang selalu banyak alasan untuk memenuhi target tilawah minimal 1 Juz per hari ^^

Seorang ikhwan menekan tuts-tuts keyboardnya. Tampaknya ia lagi jenuh. Semua browser yang terbuka dengan cepat ditutupnya dengan menekan Alt+F4. Hanya perlu dua jari: jempol dan telunjuk kiri. Kini jari tengah tangan kirinya mengarah pada tombol berlogo windows untuk menampilkan shortcut start menu. Tampaknya ia sudah lihai menggunakan shortcut-shortcut keyboard yang menjadi menu kesehariannya. Kembali jari tengah bagian kanan menekan huruf u. Dalam sekejap muncul pop up Turn Off Your Computer. Hampir saja ia menekan tombol u sekali lagi untuk mematikan computer. Tapi tiba-tibajari manis kirinya mengarah ke tombol paling kiri atas dan pop up tersebut hilang. Oh…rupanya ia menekan tombol Esc.
Ditekannya tombol Ctrl+P dan terbuka layar hitam. Command prompt. Ya, dia telah membuat shortcut sendiri untuk menampilkan console~istilah yang dipakai linux, atau DOS prompt, istilah yang dipakai windows. Apa yang dilakukannya?

Kita perhatikan saja ya?
C:\>Ping 127.0.0.1
Reply from 127.0.0.1:bytes=32time<1msTTL=128
Ping Statistics for 127.0.0.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0%loss),
Ah…ternyata connect…pikirnya
C:\>net send 127.0.0.1 test
Oops…rupanya dia menggunakan net send untuk mengirim pesan ke local host. Apakah dia akan bercakap-cakap sendiri? Netter itu tersenyum. Tampak sekali kalau dia memakai Sistem Operasinya MS
Dilihatnya pop up Messenger Service muncul di layar monitor.
Message from My Computer to 127.0.0.1 on 4/20/2050 2:46:31 PM
Test successful. Klik OK
Oh…rupanya netter itu sedang chatting stand alone…apa ya yang diperbincangkan?
Kita lihat saja…
Netter (NT)                                    : Assalamu’alaikum…
Messenger Service (MS)           : Wa’alaikumsalam wr. Wb
NT       : Saya tadi browsing dan membaca file tentang tarbiyah qur’aniyah
MS       : Lalu?
NT       : Ya…itu…apakah benar kita mesti tilawah 1 juz per hari?
MS       : Ooh…anda ikhwah bukan?
NT       : Ya, Insya Allah
MS       : Belum di sebut ikhwah jika tilawah Anda kurang dari 1 juz per hari
NT       : Oh ya?
MS       : Ya
NT       : Berapa lama standar waktu yang digunakan untuk tilawah 1 juz?
MS       : Antara 30-40 menit
NT       : Saya biasa tilawah perlembar 5 menit. Itu artinya perlu waktu 50 menit untuk menyelesaikan 1 juz
MS       : Waktu 30 menit adalah waktu standar. Itu artinya anda harus banyak berlatih untuk lebih melancarkan bacaan anda
NT       : Saya bosan jika tilawah sekaligus satu juz. Bagaimana?
MS       : Apakah anda punya Al-qur’an saku?
NT       : Yup, saya punya
MS       : Bawalah selalu Al-qur’an itu kemanapun anda pergi selain ke WC tentunya
NT       : Terus?
MS       : Setiap selesai shalat fardhu anda baca satu lembar. Berarti anda telah menyelesaikan setengah juz dalam sehari
NT       : Oh…itu kebiasaan saya…Bagaimana dengan yang 5 lembar lagi?
MS       : Bacalah satu lembar setiap selesai shalat dhuha dan satu lembar setiap anda selesai qiyamul lail
NT       : Berarti masih ada 3 lembar lagi untuk menyelesaikan 1 juz bukan?
MS       : Ya
NT       : Jadi?
MS       : Berapa jam anda sibuk dengan urusan kuliah dalam sehari?
NT       : Paling sedikit 5 jam
MS       : Berapa jam anda rapat organisasi dalam sehari?
NT       : Paling sedikit 1 jam
MS       : Berapa jam anda tidur dalam sehari semalam?
NT       : Lebih kurang 5 sampai 7 jam. Memangnya kenapa?
MS       : Nah…kurangi waktu sibuk untuk mengurus urusan kuliah anda sekitar 5 menit untuk tilawah. Anda tidak akan rugi menggunakannya untuk tilawah. Kurangi waktu rapat organisasi anda sekitar 5 menit untuk tilawah. Anda tidak akan rugi menggunakannya untuk tilawah. Kurangi waktu tidur anda sekitar 5 menit untuk tilawah. Anda tidak akan rugi menggunakannya untuk tilawah. Maka anda dapat menyelesaikannya dalam sehari semalam. Insya Allah
NT       : Bagaimana kalau tidak sempat?
MS       : Gunakan waktu senggang untuk tilawah. Ingatlah para sahabat mampu menyelesaikannya 30 juz dalam sepekan. Waktu satu bulan bukanlah pekerjaan berat
NT       : Oh ya?
MS       : Ya. Dan jangan mengaku Ikhwah jika tilawah anda kurang dari 1 juz per hari
NT       : Kalau boleh tau, dari mana anda belajar?
MS       : <tidak menjawah>
NT       : Halooo…
MS       : <tetap diam>
NT       : tuts…tuuuuuuuuttts…tuuuts…
Netter mencoba ping:
C:\>ping 127.0.0.1
An error occurred while sending a message to 127.0.0.1
Tiba-tiba muncul pop up pesan Messenger Services
Message from MY COMPUTER to 127.0.0.1 on 4/20/2050 3:20:54 PM
Saatnya sholat ashar. Klik OK
NB: Komputernya Pentium 8. Jadi udah canggih…hehehe

get from: weblog

Categories: Aktivis Dakwah Tag:

Bencana Dakwah Kampus

April 29, 2009 Tinggalkan Komentar

Apa kabar saudaraku? telah banyak yang terjadi. Tak terhitung jumlah peristiwa. Setiap kejadaian dan peristiwa mengingatkan kita agar senatiasa belajar bijak menyikapi keadaan, untuk senatiasa bisa mengeruk beragam hikmah yang bersembunyi dibaliknya.

Saudaraku. Kita intip kembali perjalanan dakwah kampus. Reviewlah sebisa-bisanya. Setelah belajarlah berkontemplasi. Ada banyak evaluasi yang mencuat hari ini. Aroma dakwah hari ini adalah aroma kekeringan zaman. Masa-masa penatian akan kebangkitan yang entah samapi kapan. Sementara aroma kegersangan ruhiyah begitu lantang menyapa setiap aktifis dakwah. Nuansanya didominasi oleh stagnasi yang kian meninggi. Yang ada hanyalah tumpukan masalah yang bertambah dan bertambah. Onggokan persoalan yang tak kunjung terselesaikan.

Hijab-Hijab Yang Tersingkap

Hijab-hijab yang tersingkap, penyimpangan pergaulan ikhwan dan akhwat, pola interaksi yang layak dikoreksi. Begitu menjadi-jadi. Beragam, dan sungguh begitu bervariasi. Banyak cara. Kian menyedihkan kala itu menimba lingkaran inti pergerakan. Para aktivis dakwah kampus. Kesatria Dakwah di Perguruan Tinggi. Untuk kalian aku sampaikan. Warning!

Rapat gak lagi ada hijab. Jilbab akhwat juga banyak yang kian “meninggi”. Terlalu banyak berharap akhir kecewa. Kalau sudah kecewa akhirnya ke cewek. SMS-SMS taushiyah yang salah alamat. Tidak mau di cap ekslusif, disikapi dengan terlalu cair. Boncengan, duduk satu meja di bundaran. Sampai pada fenomena dunia maya. Friendster telah merebut jadwal halaqoh ADK. Awalnya sekedar mencari informasi teman-teman SMA. Perlahan berubah arah dan orientasi. testi-testi an. sampai pada janjian chattingan. Ngobrol dengan fantasi yang tak terbatasi.

Ditulis oleh Hasdi Putra

Categories: Aktivis Dakwah Tag:

Memoar Cinta di Jalan Dakwah

April 29, 2009 Tinggalkan Komentar

Kata seorang murabbi, kalau antum merasa jalan dakwah ini begitu sulit, maka jangan minta dimudahkan, tapi mintalah untuk dikuatkan, karena sudah sunnatullahbahwa berjuang di jalan Allah itu begitu terjal dan mendaki.

kalau antum merasa kecewa, sakit atau lelah maka rasakanlah itu benar-benar, karena bila tidak merasa sakit atau tidak merasa sult maka dapat dipastikan bahwa antum berada pada jalan yang salah

sudah pernahkah antum terluka? pernahkah mengorbankan setetes darah? kalau belum, kenapa sudah bangga dengan predikat aktivis dakwah. padahal kita belum melakukan apa-apa. mengaku jihad, mengaku ingin mati syahid tapi kecewa atau sakit hati sedikit saja sudah mengeluh

mengaku aktivis dakwah tapi maksiat jalan terus. mengaku rajin syuro, untuk menyusun strategi dakwah, tapi ternyata niatmelenceng untuk bertemu dengan akhwat atau ikhwan idaman

mengaku da’i tapi tidak menyeru. da’i itu menyeru, amar ma’ruf dan nahi munkar

kalu antum merasa jalan dakwah ini panjang, sulit dan sakit maka bersabarlah. teruslah berjalan meski tertatih.

kalau antum jalan pulang dan antum rindu untuk pulang maka tahanlah rindu itu, rindu untuk memeluk ibuatau ingin melihat senyum ayah mengemban, rindu melihat wajah adik dan kakak yang ceria. sesungguhnya tempat berkumpul dan kampung halaman paling indah adalah surga (amin…)

dan siapah yang paling menepati janjinya selain Allah (QS At Taubah 111)

Categories: Aktivis Dakwah Tag:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.