Arsip

Archive for the ‘Ghazwul Fikri’ Category

Antara Rancangan dan Kebetulan

Ghazwul Fikri Tentu saja, setiap orang yang berakal sehat akan tahu bahwa mobil itu adalah hasil rancangan yang disengaja, yakni pabrik, dan akan heran mengapa mobil tersebut bisa berada di tengah-tengah hutan. Pemunculan tiba-tiba suatu struktur kompleks dalam bentuk lengkap menunjukkan bahwa struktur tersebut diciptakan oleh suatu kekuatan berkesadaran…..

———-

Sistem genetis tidak hanya terdiri dari DNA, tetapi harus ada pula: enzim untuk membaca kode DNA, yaitu mRNA (messenger RNA) yang dibuat setelah kode DNA dibaca, ribosom di mana mRNA akan menempel sesuai kode ini untuk produksi, RNA transfer yang membawa asam amino ke ribosom untuk digunakan dalam produksi, dan enzim-enzim yang sangat kompleks untuk melaksanakan beragam proses antara. Perangkat tersebut hanya terdapat dalam lingkungan yang sepenuhnya terisolasi dan terkendali seperti sel-tempat semua bahan mentah penting dan sumber energi berada.

Karenanya, materi organik dapat bereproduksi hanya jika materi ini berbentuk sel yang telah berkembang penuh, lengkap dengan seluruh organelnya dan dalam lingkungan yang sesuai untuk hidup, bertukar material, dan mendapatkan energi dari sekelilingnya. Ini berarti bahwa sel pertama di bumi terbentuk “secara tiba-tiba” lengkap dengan strukturnya yang sangat kompleks.

Jadi, apa artinya jika sebuah struktur kompleks muncul tiba-tiba?

Pertanyaan ini akan diajukan dengan sebuah contoh. Umpamakan sel tersebut sebuah mobil berteknologi tinggi dengan segala kompleksitasnya. (Sebenarnya sel terdiri dari sistem yang jauh lebih kompleks dan lebih berkembang dibandingkan mobil beserta mesin dan seluruh onderdilnya.) Sekarang ditanyakan: apa yang terlintas dalam pikiran jika Anda menjelajahi pedalaman hutan lebat dan menemukan mobil model terbaru di antara pepohonan? Akankah Anda berpikir bahwa beragam elemen dalam hutan telah menyatu secara kebetulan selama berjuta-juta tahun dan menghasilkan sebuah kendaraan semacam itu? Seluruh bahan mentah untuk membentuk mobil tersebut diperoleh dari besi, plastik, karet, tanah atau produk sampingnya. Tetapi apakah fakta ini akan membuat Anda berpikir bahwa bahan-bahan ini tersintesis “secara kebetulan” lalu menyatu dan menghasilkan mobil tersebut?

Tentu saja, setiap orang yang berakal sehat akan tahu bahwa mobil itu adalah hasil rancangan yang disengaja, yakni pabrik, dan akan heran mengapa mobil tersebut bisa berada di tengah-tengah hutan. Pemunculan tiba-tiba suatu struktur kompleks dalam bentuk lengkap menunjukkan bahwa struktur tersebut diciptakan oleh suatu kekuatan berkesadaran. Tidak diragukan lagi bahwa sistem kompleks seperti sel diciptakan oleh sebuah kehendak dan kebijakan agung. Dengan kata lain, sel terjadi karena diciptakan Allah. Read more…

Categories: Ghazwul Fikri Tag:

BIODATA IBLIS

April 29, 2009 Tinggalkan Komentar

Nama : Iblissetan1
Gelar : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)
Lahir : Sebelum diciptakan manusia
Tempat tinggal : Toilet dan rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya

Singgasana : Di atas air
Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal
Agama : Kafir
Jabatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat
Masa Jabatan : Hingga hari Kiamat
Karyawan : Setan jin dan setan manusia
Partner dalam bekerja : Orang yang diam dari kebenaran
Agen : Dukun dan paranormal
Musuh : kaum muslimin
Kekasih di dunia : Wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat
Keluarga : Para thaghut
Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir
Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan  ke dalam dosa

Lukisan kesayangan : Tato
Mata pencaharian : Mencari harta yang haram
Makanan favorit : Bangkai manusia (ghibah)
Tempat favorit : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
Tempat yang dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan
Alat komunikasi : ghibah (menggunjing), namimah (adu domba) , dan dusta

Jurus Andalan :
1.Memoles kebathilan
2.Menamakan Maksiat dengan nama yang indah
3.Menamakan Ketaatan dengan nama yang tidak disukai
4.Masuk melalui pintu yang disukai manusia
5.Menyesatkan manusia secara bertahap
6.Menghalang-halangi manusia dari kebenaran
7.Berlagak sebagai penasihat

Kelemahan :
1.Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas
2.kewalahan menghadapi orang yang berilmu
3.Lari dari suara adzan
4.Lari dari rumah yang dibacakan al-Baqarah
5.Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah
6.Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah

Diringkas dan diadaptasi dari kitab “Wiqayatul Insan minal Jin wasy Syayaathin”, karya Wahid Abdus Salam Bali, Oleh : Abu Umar Abdillah

Categories: Ghazwul Fikri Tag:

Banjir Idola, Kering Teladan

April 27, 2009 Tinggalkan Komentar

Setelah AFI, Indonesian Idol dan KDI, program sejenis pun bermunculan. Tak hanya di bidang tarik suara, bisnis ini juga merambah ke dunia modeling dan akting. Anak-anak pun “digarap”, misal lewat acara AFI Junior dan Bintang Cilik.

Demam “acara mencetak idola” itu tak sekadar menyedot perhatian remaja, tapi juga orangtua. Walhasil, semuanya rame-rame memelototi sajian yang membuat mereka mengidolakan bintang-bintang buatan televisi. Sebagai bukti dukungan, mereka mengirim SMS (Short Service Message) ke masing-masing idola. Hasilnya, sekitar 5 juta SMS yang dikirim untuk AFI 1 dan 8 jutaan untuk AFI II. Yang untung, siapa lagi kalau bukan perusahaan telepon seluler dan mitra usahanya.

Bukan hanya uang yang melayang via SMS, tapi juga impian pada sosok bintang dadakan diidolakan. Ada sebuah mentalitas yang tengah dibentuk di sana, ketika pemirsa dipaksa menerawang ke alam fantasi bersama sang idola. Jangan heran jika seorang ABG, panggilan akrab remaja muda belia, yang coba bunuh diri. Pasalnya sepele. Hobinya nonton AFI dihalangi sang kakak yang ingin nonton acara lain. Read more…

Categories: Ghazwul Fikri Tag:

Tiga Strategi Tentara Setan Menjerat Manusia

April 27, 2009 Tinggalkan Komentar

Sesungguhnya Allah swt. telah mengambil persaksian tentang Rububiyah-Nya dari setiap manusia. Dan setiap manusia telah mengatakan, “Balaa syahidnaa.” Namun dalam realitas kita tetap menyaksikan tidak sedikit manusia mengingkari Allah swt., menentang Rasul, dan memerangi para dai pengajur kebaikan.

Sehingga kita dapati manusia terbagi menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah mereka yang sangat tunduk dan patuh pada setiap seruan Nabi dan Rasul. Mereka membenarkan ayat-ayat Allah yang dibacakan dan diajarkan kepada mereka. Bahkan, mereka tampil menjadi pembela kebenaran dan senantiasa berjuang dengan segala bentuk pengorbanan demi tegaknya kalimat “Laa ilaaha illallah, Muhammadar rasulullah.” Mereka inilah yang disebut Al-Qur’an sebagai Hizbullah, tentara Allah.

Sedangkan kelompok kedua, mereka adalah kebalikan dari golongan pertama. Mereka disebut Al-Qur’an dengan label Hizbush-syaithan, tentara setan. Kelompok ini senantiasa menebar kebatilan dan mengajak kepada kesesatan. Mereka secara terus menerus mempengaruhi manusia untuk mengikuti keyakinan mereka dan menikmati setiap kemasiatan yang dapat mereka lakukan.

Kesimpulan di atas kita dapat dari tiga ayat berikut ini.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” [QS. An-Nahl (16): 36].

“Setan telah mengusai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah tentara setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya tentara setan itulah golongan yang merugi.” [QS. Al-Mujadilah (58): 19].

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hati akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, atau pun keluarga mereka. Mereka itu orang-orang yang Allah telah tanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Mereka itulah tentara Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya tentara Allah itu golongan yang beruntung.” [QS. Al-Mujadilah (58): 22]. Read more…

Categories: Ghazwul Fikri Tag:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.