Arsip

Archive for the ‘Serba-serbi’ Category

10 KARAKTER PRIBADI SUKSES MULIA

April 29, 2009 Tinggalkan Komentar

Ketika ditanyakan tujuan hidupnya, hampir setiap orang dari golongan manapun, agama apapun, bangsa manapun, selalu menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Sukses sudah menjadi tujuan banyak manusia, apapun pardigma sukses itu baginya. Namun apakah sukses itu dapat menjamin kemuliaan hidup seseorang ? Jawabannya, belum tentu. Kalau itu yang dimaksudkan kemuliaan hidup di dunia, mungkin bisa. Karena kemuliaan hidup di dunia bisa didapatkan dengan kekayaan harta. Namun kalau itu kemuliaan hidup dunia dan akherat, belum tentu. Karena kemuliaan hidup di akhirat hanya dapat diperoleh dengan ketakwaan kepada Allah.

Banyak diantara kita yang masih mempersepsikan arti kesuksesan hidup. Pandangan umum sebagian besar orang dalam mengukur kesuksesan hidup hanyalah dari segi materi, seperti memiliki kekayaan pribadi, memiliki jabatan yang tinggi, memiliki popularitas dan lain sebagainya. Mereka masih belum melihat pada sisi kemuliaannya. Padahal, materi baru dapat dijadikan tolok ukur sukses dunia saja, tetapi tidak dapat dijadikan tolok ukur seseorang itu meraih kemuliaan hidupnya. Materi tidak menjamin seseorang meraih kemuliaan, kalau dirinya tidak memahami keutamaan dari materi tersebut dengan benar. Kalau demikian memiliki cita-cita menjadi sukses saja belumlah cukup, karena belum dapat menjamin kemuliaan hidup di akherat. Untuk dapat menjamin kesuksesan di dunia dan akherat diperlukan sukses dan mulia. Ya, sukses mulia, siapa yang tidak ingin meraih sukses mulia ? Inilah cita-cita tertinggi banyak manusia. Mungkin cita-cita Anda dan termasuk saya masih terus belajar dan berusaha untuk dapat mencapai sukses mulia ini. Pertanyaannya, bagaimana agar kita dapat mencapai pribadi yang sukses dan mulia ? Untuk mencapai kesana, kita perlu memahami bagaimana cirri-ciri pribadi Sukses mulia itu.
Beberapa yang dapat kami rangkum mengani ciri-ciri pribadi sukss mulia adalah: Read more…

Categories: Motivasi Tag:

Kiat Sukses Dalam Menuntut Ilmu

April 27, 2009 1 komentar

Menuntut ilmu, wajib hukumnya dalam Islam. Baik pria maupun wanita memiliki kewajiban yang sama untuk mengasah akalnya.

[A] NIAT KETIKA BELAJAR

Pada saat mempelajari suatu ilmu wajib mempunyai niat. Niat adalah kunci dari segala amal, sebagaimana sabda Nabi dalam hadis shahih: “Sesungguhnya sahnya amal bergantung pada niatnya”.

Ketika menuntut ilmu berniatlah mencari rhido Allah Ta’ala, mengharap kebahagiaan di akhirat, menghilangkan ketidaktahuan yang ada pada dirinya dan orang lain, menghidupkan agama, melestarikan Islam karena keabadian Islam adalah dengan ilmu. Tidak akan mendapatkan kebenaran dalam zuhud dan takwa kecuali dengan mengetahui ilmunya.

Hendaklah dalam menuntut ilmu diniatkan untuk mensyukuri nikmat akal dan kesehatan badan, dan tidak diniatkan untuk mencari muka dihadapan manusia, mencari kenikmatan dunia atau untuk mencari kedudukan dihadapan penguasa.

[B] KESUNGGUHAN, TIDAK PUTUS ASA DAN BERCITA-CITA MULIA
Dalam menuntut ilmu haruslah sungguh-sungguh, dan tidak pernah terhenti. Allah mengisyaratkan hal ini dalam firman-Nya: “Dan orang-orang yang berjuang di jalan kami pastilah akan kami tunjukan kepada mereka jalan kami”.

Artinya, siapapun yang punya suatu cita-cita dan ia sungguh-sungguh dalam berusaha mendapatkannya maka pasti akan ia dapatkan, siapapun yang terus-menerus mengetuk pintu untuk mencapai yang dicita-citakan maka pasti akan terbuka. Apapun yang kamu inginkan bergantung dari seberapa besar keinginanmu itu.

Tetapi, dalam usaha mencapai kesempurnaan menuntut ilmu maka akan lebih sempurna bila didukung oleh kesungguhan tiga elemen yang sangat menentukan dalam mencapai kesempurnaaa ilmu. Tiga elemen tersebut adalah murid itu sendiri, guru, dan orang tua jika masih hidup.

Hendaknya dalam menuntut ilmu tak putus asa dan selalu menelaah ulang pelajaran yang telah lewat. Menelaah ulang paling baik dilakukan diantara maghrib dan isya dan waku ketika menjelang shubuh. Dua waktu tsb adalah waktu yang penuh berkah.

Masa muda adalah masa yang terbaik dalam menuntut ilmu, karena masa muda adalah masa yang paling lama dilalui. Dalam menerapkannya hendaknya tidak dengan memaksa diri dan tidak memperlemah sehingga tidak mampu melakukan sesuatu. Ia harus memperhatikan dirinya sebai modal sukses dalam segala hal.

Rasulullah SAW, bersabda: “Ingatlah, Islam ini adalah agama yang kuat. Perhatikanlah dirimu dalam menjalankan agama dan jangan kau sakiti dirimu dalam beribadah kepada Allah SWT karena orang yang telah lemah kekuatannya tiada mampu melintasi bumi dan tak mempunyai sarana yang utuh.” Read more…

Categories: Aneka Tips Tag:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.