Arsip

Archive for the ‘.Thullabul Ilmiy’ Category

“Habis Gelap Terbitlah Terang”

Oktober 28, 2009 Tinggalkan Komentar

21 April, telah tiba. Berbagai aktifitas kewanitaan digelar. Pakaian kain dan kebaya menghiasi setiap sudut negeri sebagai tanda peringatan jasa besar sang pahlawan wanita RA Kartini yang demikian terkenal dan sengaja dikenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia.

RA Kartini adalah sosok legendaris, pendobrak kekakuan adat dan tradisi keraton yang biasa memingit wanita, menuju sebuah kebebasan memperoleh pendidikan dan mengeluarkan pendapat. Demikian agung sosok RA Kartini dimata kaum feminis Indonesia. Dianggap sebagai pelopor gerakan emansipasi, gerakan menyamakan derajat antara pria dan wanita yang sudah sejak Islam diturunkan telah diangkat demikian tinggi oleh Sang Pencipta. Namun sering dilupakan apa sebenarnya yang diinginkan oleh seorang RA Kartini.

Bila kita buka lembar demi lembar surat-surat RA Kartini yang dikumpulkan menjadi buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”, maka kita akan tahu apa sebenarnya yang Ibu RA Kartini inginkan.

Beliau tidak mau mengerjakan segala sesuatu yang beliau tidak tahu apa makna yang harus beliau kerjakan, seperti ketika beliau disuruh sholat dan membaca Al Qur’an tanpa tahu apa isi bacaan yang beliau baca.

Beliau ingin setiap wanita mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga mereka dapat mendidik anak-anaknya secara baik dan benar. Bisa berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tidak terkungkung dalam kesunyian dan kekolotan adat. Namun juga bukan hanya sekedar untuk meraih prestasi, dan mengejar karir diluar rumah sambil melupakan atau berlepas diri dari kegiatan kerumah tanggaannya. Membiarkan anak-anak besar bersama pembantu rumah tangga yang memiliki pendidikan pas-pasan dan serba terbatas.

Pemikiran-pemikiran beliau yang semula lebih mengagungkan Barat daripada bangsanya sendiri mulai bergeser setelah beliau mendapatkan pengetahuan dan mengerti kandungan Al Qur’an yang dia peroleh dari pengajian. Hingga tercetuslah perkataan “habis gelap terbitlah terang”, yang beliau dapatkan ketika memahami isi surat Al Baqarah ayat 257. “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) menuju cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal didalamnya”. Read more…

Categories: Annisa' Tag:

Pakai Kaus Kaki yuk….

Oktober 28, 2009 Tinggalkan Komentar

Kaki Wanita Adalah Aurat

Di dalam Al-Quran Surah Al Ahzab 59, Allah Subhaanahu wata’ala berfirman : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Demikian pula hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakar menemui Rasulullah Sholallaahu ‘alaihi wasallam, sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : “Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya.

Dari 2 dalil di atas telah jelas pada kita bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka/wajah dan telapak tangan (termasuk punggung tangan, karena lafadz bahasa arabnya adalah kafaihi yaitu lebih tepatnya adalah telapak + punggung tangan).

Nah bagaimana dengan kaki? Telah banyak kita jumpai muslimah di negeri kita, mereka mengenakan kerudung, mengenakan jilbab, akan tetapi bagian kaki mereka masih nampak. Padahal telah jelas firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Ahzab 59 di atas dan penjelasan perkecualian dalam hadits dari Aisyah.

Maka dari itu, kami berikan nasihat kepada siapa saja yang membaca tulisan ini.. kepada antunna saudaraku muslimah.. pelajarilah ilmu sebelum beramal.. jika antunna belum menutup kaki ketika di luar rumah, ulurkan jilbabmu.. kenakanlah kaos kaki panjang atau sepatu yang cukup untuk menutup kaki.

Bagi kaum laki-laki muslim, sampaikan hal ini kepada kerabat wanitamu yang belum mafhum.. atau saudara-saudaramu yang lain. Agar sempurna pelaksanaan salah satu syariat…

Kakimu juga bagian dari auratmu….
Special For Muslimah…

Sumber: Grup Facebook; Pakai Kaus Kaki yuk…

Siapa Takut jadi Akhwat ?

April 29, 2009 Tinggalkan Komentar

Kesannya kok serem banget. Susah banget jadi ikhwah itu. Palagi sampe jadi aktivisnya. Sehingga sampai harus berpikir dua kali ketika diajak bergabung halaqoh atau masuk ke dunia ikhwah. Itu kesanku ketika beberapa kali mengalami penolakan ketika mengajak orang untuk bergabung dengan kafilah dakwah ini. Hanya untuk mengikuti kajian rutin saja, mereka menolak. Ada apa sih ? Toh..sebenarnya itu semua untuk kepentingan mereka sendiri. Jawabannya, kadang belum siap, takut, serem dll. Mang susah ya jadi ikhwah itu ?

Bahkan ketika lebaran kemarin…mantan gengku waktu SMA silaturahim ke rumah…aku sempat bertanya, kenapa sih kok ga jadi ikhwan ? Padahal kan di Perguruan Tinggi favorite tempat mereka dulu kuliah kutahu marak banget kegiatan keislaman seperti yang kukenal. Sapa yang ga ngerti UI, UGM, ITB, IPB ? Eh..jawabannya tak terduga, ..serem katanya !

Mosok serem sih ? Perasaan biasa aja sih..sesuai dengan fitrah kita sebagai hamba Allah. Ga ada yang menyimpang sama sekali kok ! Eh malah di timpalin…iya kamu aja yang akhwat jadi-jadian jadi tidak seperti itu ! Weleh perlu tersinggung nih…. Mang seperti apa sih yang ikhwah sungguhan ? tanyaku…

Katanya…Jadi ikhwah itu menyeramkan ! Tidak boleh ini, tidak boleh itu…pokoknya yang bau dunia yang ‘indah-indah’ tidak ada dalam kamus mereka. Pokoknya harus seriuuuuuuuusss mulu ! Kaku, pokoknya isinya cuma ngaji, ngaji dan ngaji aja. Hehehe…tak tahu dia…

Lihat konser musik ga boleh, pacaran ga boleh, pake baju yang seksi ga boleh. Wis pokoknya hidup mesthi lurus-lurus aja ! Aku cuma nyengir doang…habisnya aku ga ngerasa githu sih..aku ga ngerasa kalo jadi akhwat itu susah, yang terikat dengan begitu banyak aturan, dan lain-lain, yang akhirnya seakan hidup kita jadi ga enjoy blAssalamu’alaikum..adanya cuma tilawah, ngaji, jihad, dakwah..dll. Mang bagian itu iya, tapi ga mulu itu aja deh perasaan.

Kalo ga boleh pacaran (ngedeketin zina), harus pake jilbab, ga boleh mabuk-mabukan, ga boleh makan barang haram,..itu sih, ga jadi ikhwah pun ya memang harus seperti itu aturan mainnya. Kecuali kalian bukan mengaku beragama islam, yang berpedoman pada al qur’an dan as sunah. Itu sih..aturan yang memang dari sananya dah cetho welo-welo yang ga butuh penafsiran lain.

Tapi ketika pagi tadi tak pikir-pikir…memang ada sih beberapa ‘etika’ di ikhwah yang akhirnya jadi menimbulkan kesan, kalau jadi ikhwan atau akhwat tuh susaaaaaahh banget. Itu ‘etika juga ga jelas siapa yang tandatangan sebenarnya. Tapi jadi seperti pakem. Yang sering juga aku dibuat keqi dengan ‘etika’ itu. Mungkin sering kenanya itu kali..

Aku mungkin masuk dalam kategori akhwat jadi-jadian itu kali ya..jadi sering kena tegur, taujih atau sindiran atau malah jadi sumber gara-gara. Lupa aku, berapa kali harus berurusan sama yang seperti itu. Ups..berarti ndableg bener aku ya..Weleh…. Juga aku baca beberapa artikel yang menyayangkan atau ga setuju dengan akhwat atau ikhwan yang ‘keluar jalur’ dari jalur etika umum itu.

Diantaranya pernah ada yang protes dengan hobi kami. Waktu itu olahraga rutinku masih tenis lapangan dan renang, Aku memang sukanya memang rame-rame. Aku ajak aja adik-adik untuk bergabung. Hasilnya ? Hame pasti…! Eh, ada beberapa suara yang tidak suka dengan olahraga kami. Akhwat itu ga pantes renang, atau tennis di lapangan githu… nanti kalau kelihatan laki-laki gimana ? Mendhing buat kegiatan yang pantes githu lho…masak kek, jahit atau yang lainnya. Coba buat baca buku..dapet berapa aja tuh ? Read more…

Categories: Annisa' Tag:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.